abriantoramana.co.id Ketegangan Israel dan Suriah kembali terbuka. Presiden Suriah, Bashar al-Assad, mengatakan Otoritas Yahudi di Tel Aviv mencari gara-gara dengan mengirimkan jet tempur masuk ke wilayahnya.
Assad mengatakan serangan jet tempur zionis beberapa waktu lalu adalah agresi dan ajakan perang. ''Kami sanggup menghadapi ancaman ini,'' kata Assad, saat menjamu Sekretaris Keamanan Iran, Saeed Jalili, di ibu kota, Damaskus, Ahad (3/2).
Satu skuadron jet tempur Israel nekat menyeberang ke perbatasan Suriah, Rabu (30/1). Burung besi pembunuh itu menghantam perkampungan di Jamraya. Dua warga tewas dalam insiden dini hari waktu setempat itu. Sedangkan lima lainnya terluka parah.
Israel mengatakan serangan tersebut adalah keharusan dan pembelaan diri dari ancaman. Negara Yahudi itu menyinyalir adanya konvoi militer Suriah menuju Lebanon. Rombongan itu, menurut laporan Aljazirah, mengangkut persenjataan berat di dekat dataran Tinggi Golan. Israel curiga konvoi adalah kegiatan transfer persenjataan canggih milik rezim ke tangan Hizbullah.
Konvoi tersebut dikatakan membawa rudal SA-17 buatan Rusia. Rudal canggih itu semula barang hibah dari Moskow untuk rezim di Damaskus.
Posisi Assad yang mulai lemah lantaran perang sipil, membuat rezim 12 tahun itu mengalihkan sistem persenjataannya ke Faksi Syiah di Lebanon. Transfer persenjataan diduga untuk mengimbangi kekuatan persenjataan Israel.
Alasan tersebut dimentahkan Assad. Kata dia, serangan sepihak itu menargetkan Pusat Penelitian Militer Suriah. Sebanyak 12 unit pesawat itu juga melepaskan peluru kendali di Perkampungan Nabi Chat. Target sasaran adalah wilayah yang saling diperebutkan antara rezim dan pemberontak. Assad meyakini, serangan tersebut adalah untuk memperkeruh situasi sekaligus membantu kelompok pemberontak.
Rusia mengecam serangan tersebut. Kremlin meminta Israel tidak ikut campur dalam urusan dalam negeri Suriah. Kementerian Luar Negeri di Moskow mengatakan serangan terhadap negara berdaulat adalah pelanggaran hukum internasional. Kegeraman juga dinyatakan Hizbullah. Fraksi Syiah di Lebanon ini mengatakan siap membantu Suriah untuk membalas setiap agresi militer zionis Israel.
Wednesday, February 6, 2013
New's world Tekanan kepada Muslim Rohingya belum berakhir. Teranyar, ratusan Biksu Budha Myanmar menggelar demonstrasi menentang keberadaan etnis Muslim Rohingya di negeri tersebut.
Mereka mendukung rencana Presiden Myanmar, Thein Sein mengusir etnis muslim minoritas tersebut keluar dari Myanmar. Aksi itu rencananya akan berlangsung selama tiga hari di Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar.
Aksi yang dimulai pada Ahad (2/9) itu semakin memperburuk upaya sentimen antiRohingya pascakerusuhan antaretnis di negara bagian Arakan, akhir Juni lalu. Dalam aksinya, para biksu memajang spanduk bertuliskan 'Selamatkan tanah airmu Myanmar dengan mendukung Presiden'.
Para demonstran juga mengecam utusan PBB Tomas Ojea Quintana yang dituding lebih membela Muslim Rohingya dalam penyelesaian konflik di Arakan. Kordinator aksi, Wirathu, menyatakan demonstrasi ini merupakan pernyataan tegas para biksu menolak keberadaan etnis Rohingya di Myanmar.
"Biarkan dunia tahu Rohingya tidaklah termasuk dalam kelompok etnis Myanmar sama sekali," kata dia kepada kantor berita AFP.
Wirathu dijebloskan ke penjara pada 2003 karena mengedarkan literatur antimuslim. Ia divonis 25 tahun penjara, namun segera dibebaskan Januari lalu setelah mendapat amnesti.
Abriantoramana@gmail.com Bebasnya penerima nobel perdamaian Aung San Suu Kyi dan masuknya Suu Kyi dalam parlemen Myanmar membangkitkan harapan bagi warga Muslim Rohingya yang terus tertindas. Mereka berharap Suu Kyi akan lantang berbicara terhadap hak-hak Muslim Rohingya, sebuah kaum yang disebut PBB sebagai kaum minoritas paling teraniaya di dunia.
Namun apa yang terjadi, Suu Kyi masih menghindari isu tersebut. Seperti yang terjadi kala Suu Kyi berbicara di Jenewa, Senin, kemarin. Suu Kyi terlihat 'main aman' dengan tidak ingin menyinggung rezim Myanmar.
Ditanya berulang tentang nasib Rohingya, ikon demokrasi Myanmar ini justru mengarahkan pembicaraan mengenai latar belakang atau kewarganegaraan Muslim Rohingya. Ia tidak yakin apakah Muslim Rohingya merupakan warga negara Myanmar.
"Ada beberapa dari mereka yang mengatakan bahwa mereka bukan sebenar-benarnya berasal dari Burma, namun mereka baru tiba dari Bangladesh baru-baru ini," kata Suu Kyi. "Di sisi lain Bangladesh mengatakan sebaliknya, mereka mengatakan bahwa para pengungsi bukan asli Bangladesh namun datang dari Burma untuk menghindari konflik," tambahnya.
Sejumlah pengamat menyatakan, enggannya Suu Kyi lantang dalam membela Muslim Rohingya karena ditakutkan jadi serangan balik baginya. Ia takut diasingkan oleh masyarakat Burma yang mayoritas menganut agama Budha.
Akan tetapi, di sisi lain, publik Internasional juga menunggu Suu Kyi untuk segera mengakhiri ketidakadilan yang dilakukan terhadap minoritas malang yang telah tinggal di Burma selama beberapa generasi itu.
Suu Kyi diharapkan dapat maju ke depan mengatasi masalah ini dengan membangun dialog terhadap mereka yang memiliki latar belakang etnis serta agama berbeda, untuk menemukan landasan bersama bagi penyelesaian damai masalah yang kompleks ini.
Namun apa yang terjadi, Suu Kyi masih menghindari isu tersebut. Seperti yang terjadi kala Suu Kyi berbicara di Jenewa, Senin, kemarin. Suu Kyi terlihat 'main aman' dengan tidak ingin menyinggung rezim Myanmar.
Ditanya berulang tentang nasib Rohingya, ikon demokrasi Myanmar ini justru mengarahkan pembicaraan mengenai latar belakang atau kewarganegaraan Muslim Rohingya. Ia tidak yakin apakah Muslim Rohingya merupakan warga negara Myanmar.
"Ada beberapa dari mereka yang mengatakan bahwa mereka bukan sebenar-benarnya berasal dari Burma, namun mereka baru tiba dari Bangladesh baru-baru ini," kata Suu Kyi. "Di sisi lain Bangladesh mengatakan sebaliknya, mereka mengatakan bahwa para pengungsi bukan asli Bangladesh namun datang dari Burma untuk menghindari konflik," tambahnya.
Sejumlah pengamat menyatakan, enggannya Suu Kyi lantang dalam membela Muslim Rohingya karena ditakutkan jadi serangan balik baginya. Ia takut diasingkan oleh masyarakat Burma yang mayoritas menganut agama Budha.
Akan tetapi, di sisi lain, publik Internasional juga menunggu Suu Kyi untuk segera mengakhiri ketidakadilan yang dilakukan terhadap minoritas malang yang telah tinggal di Burma selama beberapa generasi itu.
Suu Kyi diharapkan dapat maju ke depan mengatasi masalah ini dengan membangun dialog terhadap mereka yang memiliki latar belakang etnis serta agama berbeda, untuk menemukan landasan bersama bagi penyelesaian damai masalah yang kompleks ini.
PATANI, THAILAND SELATAN (voa-islam.com) - Tiga orang Muslim ditembak mati saat mereka meninggalkan sebuah masjid di Patani pada Rabu malam.
Tiga Muslim penduduk desa itu tewas ketika pria bersenjata melepaskan tembakan pada mereka saat mereka meninggalkan masjid setelah shalat di distrik Panare Patani.
Letnan Kolonel Polisi Manit Panthong, kepala forensik polisi Patani, mengatakan, 16 selongsong peluru senapan serbu AK-47 ditemukan dari depan masjid di Ban Na Phrao di Tambon Panare.
Serangan itu terjadi sekitar pukul 09:40 malam.
Sebuah truk pick-up yang diparkir di dekat masjid dan dua rumah di sekitarnya juga terkena peluru AK-47, katanya.
Polisi masih menyelidiki peristiwa ini, namun pada mulanya mereka menyalahkan para pejuang Muslim untuk insiden ini.
Tiga Muslim penduduk desa itu tewas ketika pria bersenjata melepaskan tembakan pada mereka saat mereka meninggalkan masjid setelah shalat di distrik Panare Patani.
Letnan Kolonel Polisi Manit Panthong, kepala forensik polisi Patani, mengatakan, 16 selongsong peluru senapan serbu AK-47 ditemukan dari depan masjid di Ban Na Phrao di Tambon Panare.
Serangan itu terjadi sekitar pukul 09:40 malam.
Sebuah truk pick-up yang diparkir di dekat masjid dan dua rumah di sekitarnya juga terkena peluru AK-47, katanya.
Polisi masih menyelidiki peristiwa ini, namun pada mulanya mereka menyalahkan para pejuang Muslim untuk insiden ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)