Thursday, November 27, 2014

Esensi Seorang Guru


        Essensi tugas Guru tidaklah mengajar, tetapi untuk menemukan cara-cara & situasi belajar bagi para murid-muridnya, karena hakekat pendidikan bukan mengisi ember melainkan menyalakan api.”
Pendahuluan
 Dalam tulisan ini saya akan memfokuskan pada karakteristik, kepribadian & spiritualitas Guru, agar mampu memainkan peran sebagai fasilitator bagi anak-anak didiknya. Saya berharap dalam tulisan artikel ini, saya bisa memberikan cara pandang baru untuk melakukan perubahan dalam proses belajar mengajar di sekolah dan di masyarakat.
Mencintai profesi mengajar, merupakan salah satu dari ratusan bahkan ribuan pilihan pekerjaan, yang saat ini sedang mendapatkan perhatian serius dari Pemerintahan SBY. Secara spiritual, mereka-mereka yang senang mendidik, melatih dan menjadikan orang lain sukses adalah manusia yang mencintai hidupnya sendiri. Manusia seperti ini bukan saja hebat, tetapi sangat hebat?.
Membangun suatu generasi tidaklah semudah dibandingkan dengan mendirikan bangunan yang dilakukan oleh seorang insinyur, atau seorang dokter untuk mengobati pasiennya. Membangun suatu generasi berarti membentuk kharakter masyarakat masa depan dan alam semesta ini, sekarang. Dan menciptakan generasi yang lebih baik adalah satu-satunya solusi dari setiap jenis masalah yang dihadapi masyarakat kita hari ini.

         Masyarakat kita sekarang membutuhkan pikiran lembut untuk bekerja dengan damai, yang menyenangkan hati semua orang, dan mampu melindungi serta melayani orang lain. Mungkin hal masih dianggap mimpi, sekarang, karena kita selalu menyaksikan kekerasan dimana-mana. Mulai dari kekerasan fisik sampai ke kekerasan psikologis. Tidak heran jika kita menyaksikan dengan mata kepala sendiri, seorang pencopet mati di tangan massa, atau seorang karyawan langsung di PHK lantaran salah melakukan prosedur kerja. Oleh karena itu masyarakat sangat membutuhkan seorang Guru yang konstruktif, guru yang mampu membangun character murid-muridnya, dan Guru yang mampu menyalakan api dari setiap jiwa anak-anak didiknya, agar bisa menjadi generasi yang beradab dan cinta sesamanya.

Guru Konstruktif
Guru yang konstruktif, adalah Guru yang memiliki tujuan untuk mampu melakukan perubahan dari dalam diri murid-muridnya, bukannya dari luar. Guru adalah sumber kreatifitas bagi murid-muridnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Dengan pemahaman ini, mungkin kita mampu, sedikit demi sedikit melakukan perubahan yang lebih besar. Kebangkitan dunia pendidikan, mulai dari sekolah sampai ke tingkat kenegaraan bisa dipersiapkan mulai dari sekarang.
Untuk bisa menjadi Guru yang konstruktif, dibutuhkan pemahaman spiritualitas yang cukup. Seorang Guru yang memiliki spiritualitas, bukan hanya mereka yang taat memeluk agama tertentu saja, namun mereka yang memahami bahwa tujuan beragama adalah menemukan siapa dirinya, dan peran apa yang harus dimainkannya di alam semesta ini, karena ia memahami bahwa kehidupannya kelak akan berakhir dimana.

         Seorang Guru yang memiliki spiritualitas cukup, ibarat api yang mampu menjadi sumber cahaya dan mampu membakar semangat para murid-muridnya. Guru adalah provokator dalam diri setiap anak-anak didiknya. Oleh karena itu, seorang Guru harus senantiasa mensucikan dirinya dari pikiran dan perbuatan menyimpang dari norma serta nilai-nilai agama yang dianutnya. Sehingga energi murni yang positip selalu terpancar dari dirinya kepada murid-muridnya. Karena pikiran negatif seorang Guru, mudah sekali beresonansi dan mampu mempengaruhi anak didiknya dalam menyerap pelajaran dan mempengaruhi kondisi belajar di dalam kelas. Karena interaksi pertama yang dirasakan oleh murid-muridnya adalah energi potensial Gurunya ketika masuk dalam ruang kelasnya. Bahkan sebelum seorang Guru itu memasuki ruang kelas, isi pikiran Guru sudah berada di ruang kelas. Karena pikiran manusia adalah getaran energi yang mampu beresonansi dengan pikiran-pikiran lainnya.

        Saat ini para guru di sekolah, benar-benar masih sangat tinggi kemelekatannya dengan persoalan ekonomi keluarganya. Pikiran para Guru masih bising dan disibukan untuk memecahkan masalah ekonomi dan karir mereka sendiri. Mereka belum bisa keluar dari kemelekatan tersebut. Oleh karena itu, Guru yang konstruktif, adalah ketika seorang Guru mampu mengenal dirinya sebagai jiwa dari seluruh alam semesta dan sebagai bagian entitas rohani yang besar. Ia akan menyadari bahwa peran seorang Guru bukanlah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, tetapi untuk memenuhi kebutuhan mental anak-anak didiknya.

         Sebagai api yang mampu membakar spirit murid-muridnya, seorang Guru akan mampu menciptakan perubahan dan transformasi dalam masyarakat. Dengan demikian seorang Gurupun, terlebih dahulu, harus mampu mentransformasikan dirinya sendiri. Bagaimana mungkin ia bermimpi untuk mentransformasikan suatu generasi, sementara dirinya sendiri belum dapat tertransformasikan ?. Itu sebabnya seorang Guru harus senantiasa memiliki semangat untuk memotivasi murid-muridnya. Dia harus menjadi seorang pembimbing yang sekaligus mengarahkan api di dalam diri murid-muridnya ke arah yang konstruktif. Karena itulah, seorang Guru yang kurang memiliki moralitas yang baik, akan memiliki dampak yang tidak baik pula pada murid-muridnya. Karena menurut William Butler Yeats, “Pendidikan bukan mengisi ember, tapi menyalakan api”.
Kekuatan Resonansi Pikiran

         Seorang Guru adalah sumber getaran energi bagi murid-muridnya, sehingga para muridnya akan menjadi lebih energik. Mata bathin seorang Guru yang terlatih dengan baik, akan mampu menyentuh semua jiwa-jiwa muridnya di dalam kelas. Dampaknya adalah suasana dan kondisi kelas yang tertib dan muird-muird akan mudah menyerap materi-materi pelajaran yang disampaikan, berapapun jumlah murid didalam kelas tersebut. Melalui Guru yang konstruktif, kita tidak lagi mengenal rasio antara murid dan Guru, yang ada adalah tingkat energi positip Guru baik secara fisik dan mental di dalam kelas.

         Ketika saya menjadi murid SMTP sekian puluh tahun lalu, saya merasakan pelajaran yang dianggap sulit pada saat itu, menjadi mudah dan sangat sederhana ketika ditangani oleh seorang Guru yang getaran energinya mampu masuk ke dalam jiwa-jiwa muridnya. Lain halnya dengan Guru yang menganggap murid-muridnya seperti ember yang harus diisi, ia bahkan menganggap murid-muridnya seperti kertas kosong yang bisa diisi tulisan semau Gurunya. Guru seperti ini tidak akan bisa menyalakan api di dalam jiwa anak didiknya, tapi justru akan mematikannya.

        Guru yang konstruktif, adalah Guru yang memiliki spiritual cukup. Banyak Guru yang memiliki pengetahuan agama tinggi, namun spiritualitasnya sangat rendah. Dalam tulisan ini, saya tidak akan membahas terlalu jauh tentang spiritualitas namun penerapan dari orang-orang yang memiliki spiritualitas cukup, sebagai sarana untuk menggambarkan peran Guru terhadap anak-anak didiknya.
Dalam konteks spiritualitas, ketika seorang Guru berbicara sesuatu, maka seluruh murid-muridnya terperangkap dalam getaran jiwa Gurunya yang menyebar di dalam kelas. Dan ketika seorang guru menjadi menyenangkan, spiritual, dinamis, maka selain materi pelajaran mudah terserap oleh para murid, semua persoalan di dalam kelas juga dapat diselesaikan dalam waktu yang sangat singkat, Karena pusat utama energi jiwa yang kuat di dalam kelas ada di dalam diri seorang Guru. Jika pikiran seorang Guru damai, tidak bising dengan pikiran-pikiran lainnya, maka murid-muridnya akan nyaman dan menyenangkan dalam menerima materi pelajaran. Perubahan dalam jiwa guru adalah dasar dari semua kreativitas murid dan mampu mendinamisir sistem pembelajaran di dalam kelas.

          Memahami anak-anak didiknya dalam upaya mengetahui bagaimana menyalakan api dalam diri setiap muridnya, hanya bisa dilkukan, ketika seorang Guru mampu memahami dirinya sendiri. Jika seorang Guru sibuk dengan begitu banyak kesalahpahaman dalam dirinya, dalam keluarganya, dan dalam memilih profesinya maka bagaimana mungkin ia bisa menyebarkan pemahaman ke dalam hati dan pikiran anak-anak didiknya ?. Seorang guru harus memahami kebutuhan dan masalah-masalah siswa. Hal ini bukan hanya tugas Guru BK (Bimbingan & Konseling) saja, tetapi semua Guru di sekolah. Dia harus mampu menyelami jiwa setiap muridnya, memahami kepribadian yang terbentuk dari keluarganya, dan kecenderungan-kecenderungan lainnya yang terlihat dari perilaku anak-anak didiknya. Dengan demikian, seorang Guru akan dapat memotivasi murid-muridnya dengan baik.

         Guru adalah contoh dan teladan di depan murid-muridnya. Jika seorang Guru sendiri memiliki watak pemarah, tidak memiliki kesabaran, maka energi pemarah dan tidak sabaran tersebut meresonansi anak-anak didiknya dan membentuk character anak-anak didiknya, menjadi minimal sama atau bahkan lebih, sebagai calon-calon seorang pemarah dan tidak sabaran. Dalam bahasa fisika kuantum, panjang gelombang energi anak didik di dalam kelas, berbanding lurus dengan panjang gelombang energi Gurunya. Dan getaran akan beresonansi dengan besaran yang sama.
Kita tidak akan mampu menenangkan situasi kelas dan menanamkan kecintaan murid terhadap mata pelajaran tertentu, jika pikiran kita sebagai Guru masih bising dengan pikiran-pikiran lainnya, apalagi kita tidak mencintai profesi dan mata pelajaran yang kita ajarkan kepada murid-murid kita. Lebih parah lagi, jika kita menjadi seorang Guru hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan ekonomi saja alias mencari nafkah. Akibatnya, murid-murid akan berdagang dengan Gurunya disekolah, bukan untuk belajar.

Monday, November 24, 2014

tempat apalah nama nya ini, mau liburan pun harus di palak dulu? :v


Berdasarkan sebuah survey yang dilakukan Associated Chambers of Commerce and Industry India, akibat kasus perkosaan terhadap wisatawan Swiss di Mady Pradhes, Maret 2013 lalu, kini jumlah wanita asing yang mengunjungi India turun 35 persen dalam 3 bulan terakhir. Tentu saja itu merupakan sebuah kerugian bagi dunia pariwisata India. Padahal India merupakan salah satu negara kaya akan budaya dan keindahan alamnya. Berikut kami telah merangkum 5 Tempat Wisata Rawan Kejahatan :

1. Srilanka

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwSBJ__zygvAb0KN9LGdn7aiujaKtfD_N870NsnIlKQJPc6xNJdMGQRfJLmeQYLWXZSpl5W19BbAZr1gClxsNW5egX0OGEI-wK50mvWIBQzHxLXAx3mKwic4-G3I4EbjHhayv6lOEJqQ/s400/1.jpg


Pemerintah Srilanka menerima banyak pengaduan dari wisatawan mengenai kasus pelecehan seksual yang dilakukan warganya. Pelecehan tersebut terutama terjadi di kawasan wisata pantai. Bahkan pada Januari 2013 lalu, kepolisian Srilanka menangkap seorang pria lokal yang mencoba melakukan pelecehan seksual terhadap turis perempuan asal jerman yang sedang berjemur. Banyak turis yang melaporkan tindak pelecehan seksual tersebut dilakukan oleh pedagang di tepi pantai, tukang pijat, dan sopir angkutan umum. Sebagian besar turis pelapor berasal dari Eropa.
Kini untuk mencegah semakin tingginya pelecehan seksual, pemerintah Srilanka merekrut dan melatih secara khusus polisi untuk mahir berbahasa Inggris, agar bisa membantu turis lebih baik. Salah satu kendala sulitnya pertolongan yang diberikan pihak keamanan di Srilanka, akibat ketidakmengertian polisi lokal setempat akan bahasa para turis.

 2. Koh Phangan, Thailand

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3YiOofYTih1sBohBQ0MusWRKAfrD1SI9k_4AgMghdAsH53rCNXILkBTv25zx8fe0bR7vTfGCXEF2BvhhyRAXLNev3vhTi0tLnpF0mmNRCmyNhhfGBpYgBfYmxLc8uY0TlgJqkJUUupQ/s400/2.jpg

Kawasan wisata tidak aman berikutnya yakni di Koh Phangan, Thailand. Sebuah pulau di teluk Thailand, provinsi surat thani ini terkenal dengan pesta Bulan Purnamanya, yang biasa di selenggarakan di Pantai Haad Rin. Saat pesta ini digelar, para backpacker dunia selalu tumpah ruah di kawasan yang terkenal dengan keindahan pantainya tersebut. Apalagi di Koh Phangan yang memiliki luas lebih dari 80 Km2 tersebut terdapat taman nasional. Hutan hujan alami dan keragaman hewan dan tumbuhan menjadikan kawasan ini layak sebagai tujuan wisata papan atas di Thailand dan Asia.
Namun dalam beberapa tahun terakhir kawasan ini mulai dianggap tidak nyaman, akibat keamanan yang minim, sehingga sering kali terjadi keributan, baik sesama wisatawan, maupun dengan penduduk lokal. Bahkan pada malam tahun baru 2012, seorang turis asal Inggris tewas tertembak saat terjadi bentrokan dua kelompok pemuda di Thailand. Dan ternyata kejadian seperti tewasnya Ashton bukan hal baru di tempat tersebut, sejak 2009 sudah ada sembilan turis Inggris tewas di Thailand, yang juga menjadi korban keributan antar kelompok penduduk lokal.


3. Barbados, Karibia

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5OQGs3jcBLITW9edUL0Cp0zF8S12GwkRly1dU04L1YGIoFUG4tyPEsfMHZuMEblX11eCICDz9clox-mWDBoyA9Hfy6dhX84SLYVQyAZOmw5NZ264uUdMnCL-9b96UAASFsRFrj-JGwA/s400/3.jpg

Tempat wisata yang akhirnya sangat ditakuti padahal pesona alamnya menjadi daya tarik bagi wisatawan adalah Barbados. Negara kepulauan yang berada di perbatasan Laut Karibia dan Samudera Atlantik ini, dalam beberapa tahun terakhir menjadi tidak aman dengan banyaknya perampokan yang dialami wisatawan. Pada Maret lalu dua orang turis asal Inggris tewas di tangan perampok saat menikmati liburan.
Sebenarnya walaupun beberapa kali terjadi perampokan, penodongan dan pelecehan seksual pada para turis, namun presentasinya masih terbilang kecil dibanding negara lainnya. Hanya saja setelah kejadian tewasnya turis asal Inggris akibat di tembak perampok, pemerintah Inggris kini memberi peringatan agar semua warganya yang berada di barbados lebih berhati-hati, karena di negara yang dianggap lebih aman, kejahatan masih sangat mungkin terjadi.

 4. Acapulco, Meksiko

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgf3xZcZzkBhtLAqT7xCmDsuOzr2MSGuUF7uCVGojI7SgUU3gL7Zl5pDTJ9xZimbGSQGIs19ksAl6aC_rAWIwgGaka7W1m_NxfVaqLlPx78U0x6miWYV3v26gDsqqge8ww-xx4zqCgAxA/s400/4.jpg

Tempat berikutnya yakni acapulco, Meksiko. Kota ini merupakan resort terkenal di kalangan para backpacker, karena harganya yang murah, namun panorama keindahan alamnya tergolong kelas atas. Kota ini merupakan salah satu kota resor terkenal di Meksiko dan termasuk yang tertua. Bahkan pada tahun 1950-an, kota acapulco menjadi kota resort favorit selebritis hollywood dan para jutawan dari seluruh dunia saat berlibur.
Bahkan reputasi acapulco sebagai kota resor terus menurun, setelah kejadian pemerkosaan terhadap enam turis perempuan di sebuah resor pada Februari 2013 lalu. Yang lebih dianggap tidak aman karena, para perampok bisa menyerbu resort hingga kamar. Namun kejadian tersebut tidak membuat pemerintah setempat lebih meningkatkan pengamanannya, sehingga beberapa negara, memberi peringatan khusus jika warganya akan berlibur ke Acapulco.

5. Agra, India

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4X4bJyM-DDyAl1dOxigMHXrC4fe4djitR-qTm-QnY1HRVz1Gao9_Jy8SyKWSyRRx7iRPxc4B18B0tDksqjV-7OQnjF67_yQrOvzluh-abZbGM4HPpSok0kWrDL9qIx8mgrV6Pjwgbfg/s400/5.jpg

Tempat wisata terakhir yang dinyatakan tidak aman juga berada di India, yaitu Agra. Kota ini menjadi salah satu kawasan yang selalu didatangi wisatawan setiap tahunnya untuk mengunjungi Taj Mahal berdiri. Namun sayang maret lalu reputasi kota ini tercoreng setalah seorang turis perempuan asal Inggris mengalami luka serius, karena melompat dari lantai dua Hotel Agra mahal, tempat turis tersebut menginap.
Setelah ditelusuri ternyata alasan perempuan tersebut lompat karena akan diperkosa manajer hotel. Polisi di kota Agra sempat mengamankan manajer hotel yang diduga akan melakukan perkosaan tersebut. Namun sang manajer hotel membantah kalau ia akan melakukan perkosaan. Manajer hotel beralasan ia akan membangunkan perempuan tersebut agar tidak tertinggal penerbangan pulang. Berbagai komentar miring akan kondisi hotel Agra mahal bermunculan di duni maya. Dalam situs tinjauan tripadvisor, seorang wisatawan asal florida menuliskan kalau dirinya pernah diganggu di malam hari oleh manajer hotel yang sedang mabuk.