Monday, November 18, 2013

Mengenal dekat sang menteri luar negeri NKRI

#profil tokoh.

Lebih dekat mengenal sosok marty natalegawa

Siapa yangg tidak mengenal Dr. Raden Mohammad Marty Muliana Natalegawa, M.Phil, B.Sc yang biasa dipanggil dengan sebutan Marty, salah satu tokoh indonesia yang berkecimpung di bidang politik luar negeri.

Marty saat ini menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia yang ke 17. Marty dilahirkan di Bandung, Jawa Barat pada tanggal 22 Maret 1963. Menikah dengan wanita asal Thailand bernama Sranya Bamrungphong. Dari pernikahan tersebut, Marty dikaruniai tiga orang anak.
Sejak kecil Marty menempuh pendidikannya di luar negeri mulai dari SMP hingga mendapatkan gelar doktornya. Setelah kelulusan dari SMAnya pada tahun 1981, Marty mendapatkan gelar Bsc di University of London dan lulus pada tahun 1984. Dilanjutkan dengan gelar Master of Philosophy di Corpus Christi College, Cambridge University di tahun 1985. Marty mendapat gelar Doctor of Philosophy di Australian National University pada tahun 1993. Dari latar belakang pendidikan yang keseluruhan dari luar negeri dan pengetahuan dia dalam mengenal dunia International sejak usia 9 tahun  menghantarkan Marty untuk menjabat sebagai Duta Besar Luar Negeri dan di Kementrian Luar Negeri.

Marty mengawali karirnya di Departemen Luar Negeri sejak tahun 1986, beliau pernah menduduki jabatan sebagai Wakil Tetap Republik Indonesia untuk Inggris dan Irlandia di tahun 2005-2007 yang sebelumnya diduduki oleh Juwono Sudarsono, lalu untuk PBB di Amerika mulai dari tahun 2007-2009 yang sebelumnya diduduki oleh Rezlan Ishar Jenie.
Marty menjabat dan dilantik sebagai Menteri Luar Negeri pada Kabinet Indonesia Bersatu II sejak tanggal 22 Oktober 2009 yang sebelumnya dijabat oleh Dr. N Hassan Wirajuda mulai dari tahun 2001. Dalam mengemban tugas ini. dan memberikan banyak kontribusi nyata bagi indonesia di forum manapun yang ia hadiri baik regional maupun internasional dan sekaligus memberikan ia banyak penghargaan dari United Nation (PBB)

Dan pada saat sekarang ini marty juga seorang tokoh yg menentang keras pelanggaran penyadapan yg di lakukan oleh pemerintah Australia dengan cara merekam semua percakapan ponsel yg dilakukan presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ibu Ani Yudhoyono beserta pejabat-pejabat tinggi lain nya. Dan peran seorang Menlu seperti Marty Natalegawa yg bisa memotivasi kita semu sebagai rakyat indonesia bahwa ancaman dari Negara-negara blok barat (sekutu) semakin dekat untuk membahayakan NKRI ini.


Oleh: Abrianto Ramana Putra (XII IPA 4)

Saturday, November 16, 2013

#Politik dan pemerintahan

Perdebatan di dunia politik internasional
Tujuan spionase amerika serikat terhadap dunia

Lembaga intelijen AS, Badan Keamanan Nasional (NSA) dilaporkan memata-matai 35 pemimpin dunia dan merekam jutaan panggilan telpon warga.
Tujuan dari program itu dinilai tidak memata-matai teroris. Namun, lembaga intelijen tersebut mengintai kekuatan dunia.
"Apa Angela Merkel itu seorang teroris? Apa 60 atau 70 juta warga Spanyol atau Prancis itu teroris?" ujar Glenn Greenwald, aktivis wartawan yang membuka program spionase AS berdasarkan dokumen dari Edward Snowden, dikutip CNN, Selasa (29/10).
Menurut Greenwald, spionase AS lebih bersifat politik dan ekonomi. "Ini jelas tentang spionase kekuatan politik dan ekonomi dan klaim semua ini tentang terorisme yang terlihat di seluruh dunia, itu merupakan penipuan murni," tegasnya.
Pengungkapan terbaru dari spionase AS melibatkan dugaan rekaman percakapan ponsel pribadi Kanselir Jerman, Angela Merkel. AS juga dilaporkan mengumpulkan data sekitar 60 juta panggilan telpon di Spanyol dalam satu bulan. Laporan serupa juga ada di Prancis.
Greenwald merupakan mantan wartawan Guardian yang secara sistematis menerbitkan laporan rahasia intelijen AS sejak diberi dokumen dari mantan analis NSA, Edward Snowden. Dia mengatakan kasus spionase AS tidak dilakukan setiap negara.
"Ini adalah sesuatu yang dunia tidak tahu, dan sekarang mereka tahu, dan itulah alasan mengapa para pejabat AS sangat marah. Ini bukan karena merusak keamanan nasional tetapi karena merusak reputasi dan kredibilitas mereka di seluruh dunia," ungkapnya.
Greenwald menolak kritik ia menempatkan masyarakat dalam bahaya dengan membuka taktik intelijen AS. Dia mengatakan Snowden memintanya untuk sangat teliti dan bijaksana. Dia mengaku hanya mempublikasikan sekitar 200 atau 250 dokumen dari total ribuan.




Oleh: Abrianto ramana Putra, XII IPA 4 Sma Kartika I-5 Padang