Saturday, April 20, 2013

Wednesday, April 17, 2013


Kondisi anak di Indonesia belum lepas dari tindakan kekerasan. Salah satu kasus menonjol di tahun 2012 yakni kasus tawuran antar pelajar. 

Data akhir tahun yang dihimpun Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menunjukan angka memprihatinkan. Sebanyak 82 pelajar tewas sepanjang 2012. 

"Komnas PA mencatat 147 kasus tawuran. Dari 147 kasus tersebut, sudah memakan korban jiwa sebanyak 82 anak," ujar Arist dalam konferensi pers catatan akhir tahun di Kantor Komnas PA, Jalan TB Simatupang, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (20/12/2012) pagi. 

Menurut Arist, angka itu mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 128 kasus. Kondisi itu pun semakin menunjukkan kekerasan sesama anak dalam bentuk tawuran menjadi fenomena sosial yang patut diwaspadai. 

Arist menuturkan, sebagian besar pelaku tawuran adalah pelajar tingkat menengah atas. Namun, fakta ironis di lapangan menunjukan tawuran telah merambah pada pelajar di tingkatan SD dan SMP. 

"Penyebabnya tawuran itu antara lain, minimnya pendidikan karakter di kurikulum, pengaruh tayangan kekerasan, terbatasnya ruang ekspresi positif yang diminati siswa," ucapnya. 

Selain faktor tersebut, lanjut Arist, terdapat pemicu yang paling konkret terjadi di lapangan. Antara lain, adanya keinginan meningkatkan pamor sekolah dengan menyerang sekolah lain, pertandingan antar sekolah yang memicu keributan, tradisi senior kepada juniornya, lemahnya antisipasi aparat hukum dan kurangnya perhatian orangtua dan pihak sekolah pada anak. 

Kondisi anak di Indonesia ini, kata Arist, sangat mengkhawatirkan. Tanpa adanya penanganan serius dari semua pihak, khususnya keluarga, kondisi itu dipastikan tidak akan berakhir dan korban pun kembali berjatuhan.

Monday, April 15, 2013

Ribuan Bonek dikabarkan akan menghijaukan Kota Surabaya, Senin (15/4/2013) siang. Mereka akan melakukan aksi di pusat kota dan berencana menemui Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.

Informasi mengenai gerakan ini diterima beritajatim.com melalui broadcast message dari salah satu Bonek. Disitu tertulis bahwa sekitar 1.000 Bonek akan melakukan aksi damai dengan tema 'Save Persebaya 1927'.

Titik kumpul massa berada di Taman Apsari. Selanjutnya, massa akan melakukan longmarch dari Jalan Gubernur Suryo menuju Kantor Pemerintan Kota (Pemkot) Surabaya. Di Kantor Pemkot, mereka berharap bisa bertemu dengan Walikota.

Selain diikuti Bonek dari dalam Kota Surabaya, kabarnya Bonek dari luar Kota Pahlawan juga akan bergabung dalam aksi ini. "Saatnya kita Ambil kendali Kawan, This Is Surabaya , We Love Persebaya 1927," tulisnya.

Derngan adanya aksi ini, Bonek meminta maaf sekaligus menghimbau agar pengguna jalan untuk sementara menghindari pusat kota pada Senin siang.

DIAM TERTINDAS ATAU BANGKIT MELAWAN

WANI...!!!

Keterlambatan distribusi soal Ujian Nasional 2013 di 11 provinsi dipertanyakan banyak pihak. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh pun mengatakan bahwa UN 2013 ini juga ujian penting bagi kementerian yang dipimpinnya.
"Ujian tahun ini bukan hanya berlaku bagi siswa, melainkan juga berlaku bagi kami pihak kementerian," kata Nuh saat inspeksi dadakan di SMA Negeri 26 Jakarta, Senin (15/4/2013).
Kendati demikian, ia meyakini bahwa keterlambatan soal ini tidak akan memunculkan bocoran jawaban untuk anak-anak yang menjalankan UN belakangan. Pasalnya, variasi soal yang berbeda pada tahun ini menjadi antisipasi dari terjadinya kebocoran jawaban.
"Tidak ada bocor soal, adanya bocor jawaban. Tapi saya yakin itu tidak ada karena variasi soal yang beragam," ujar Nuh.
Seperti disebutkan, PT Ghalia Indonesia Printing yang menjadi salah satu percetakan naskah soal UN 2013 mengalami kendala teknis yang berimbas pada terlambatnya pengiriman soal ke 11 provinsi. Akibatnya, 11 provinsi tersebut baru melaksanakan UN pada Kamis (18/4/2013) mendatang.