Wednesday, March 30, 2016

perguruan tinggi agama islam negeri terfavorit di indonesia

Belajar di Perguruan Tinggi sudah menjadi tuntutan pada zaman sekarang ini. Perusahaan- perusahaan swasta serta BUMN telah banyak yang mensyaratkan pendidikan minimal D3 ataupun S1 bagi pelamar di instansi ataupun lembaga tersebut. Dengan demikian, persaingan akan semakin ketat dan menuntut profesionalitas dari para pencari kerja. Maka dari itu, ada baiknya jika Kamu seharusnya memilih tempat belajar atau perguruan tinggi yang mampu membimbing menjadi seorang yang profesional di bidang tertentu dan memiliki nilai ‘plus’. Universitas Islam Negeri bisa menjadi jawaban atas kegalauan itu. Selain membimbing menjadi seorang yang profesional dibidang tertentu dan memiliki intelektualitas tinggi, Universitas Islam Negeri juga menitikberatkan pengajaran pada nilai-nilai moral berdasarkan ajaran Islam. Hal ini bisa menjadi nilai plus bagi kamu, karena sebuah Instansi atau lembaga tidak hanya butuh keprofesionalan atau intelektualitas pekerja, tetapi juga membutuhkan  moral pekerja yang baik.

Untuk itu, di bawah ini terdapat informasi 10 Universitas Islam Negeri Terbaik di Indonesia yang bisa menjadi pilihanmu : 


1. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim merupakan Universitas Islam Negeri yang berlokasi di Jl. Gajayana No. 50, Malang. UIN Maulana Malik Ibrahim ini sekarang dipimpin oleh seorang rektor yang bernama Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si.. UIN Maulana Malik Ibrahim menawarkan beberapa fakultas, yakni: 

- Fakultas Humaniora dan Budaya
- Fakultas Ekonomi
- Fakultas Psikologi
- Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
- Fakultas Syari’ah, dan 
- Fakultas Sains dan Teknologi. 


2. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel 

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel merupakan Instutit Agama Islam yang berada di Jl. Ahmad Yani No. 117, Surabaya. Saat ini IAIN ini dipimpin oleh Prof. Dr. Abd. A’La. IAIN Sunan Ampel ini memiliki beberapa fakultas, antara lain: 

- Fakultas Adab dan Humaniora
- Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi
- Fakultas Syariah dan Hukum
- Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
- Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam
- Fakultas Sosial dan Ilmu Politik
- Fakultas Psikologi dan Kesehatan
- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
- Fakultas Sains dan Teknologi. 

    Selain itu, IAIN Sunan Ampel juga menawarkan Program Sarjana S2 dan S3.

3. Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau

Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN SUSKA) merupakan salah satu Universitas Islam Negeri yang berlokasi di Jl. HR. Soebrantas No. 155 Km 15 Simpang Baru Panam, Pekanbaru, Riau. UIN SUSKA ini dipimpin oleh Prof. Dr. H. Munzir Hitami, MA. Saat ini, UIN SUSKA memiliki beberapa fakultas, antara lain: 

-  Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
-  Fakultas Ushuluddin
-  Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum
-  Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi
-  Fakultas Sains dan Teknologi
-  Fakultas Psikologi
-  Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial
-  Fakultas Pertanian dan Peternakan, dan 
-  Program Pasca Sarjana.

4. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah berlokasi di Jl. Ir. H. Djuanda No. 95, Ciputat, Tangerang Selatan. Saat ini UIN Syarif Hidayatullah dipimpin oleh Prof. Dr. Komarudin Hidayat. UIN Syarif Beberapa fakultas yang ditawarkan di universitas ini, yaitu: 

-  Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
-  Fakultas Ushuluddin dan Filsafat
-  Fakultas Adab dan Humaniora
-  Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi
-  Fakultas Syariah dan Hukum, Fakultas Dirasat Islamiah
-  Fakultas Psikologi
-  Fakultas Ekonomi dan Bisnis
-  Fakultas Sains dan Teknologi
-  Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
-  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan
-  Program Pasca Sarjana.


5. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga 

Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga yang biasa disebut UIN SUKA merupakan Universitas Islam Negeri yang berlokasi di Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta. Saat ini UIN SUKA dipimpin oleh seorang Rektor yaitu Prof. Dr. H. Musa Asy’arie. Beberapa fakultas yang ditawarkan, antara lain: 

- Fakultas Adab dan Ilmu Budaya
- Fakultas Dakwah dan Komunikasi
- Fakultas Syariah dan Hukum
- Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
- Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam
- Fakultas Sains dan Teknologi
- Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora 
- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
- Program Pasca Sarjana


6. Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin 

Universitas Islam Negeri Alauddin merupakan salah satu Universitas Islam Negeri yang terletak di Makassar. Universitas Islam Negeri Alauddin memiliki 7 fakultas antara lain: 

- Fakultas Syariah dan Hukum
- Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
- Fakultas Ushuluddin dan Filsafat 
- Fakultas Adab dan Humaniora
- Fakultas Dakwah dan Komunikasi
- Fakultas Sains dan Teknologi 
- Fakultas Kesehatan, dan
- Program Pascasarjana.


7. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati 

Universitas ini merupakan salah satu Universitas Islam Negeri yang terletak di daerah Cibiru, Bandung, Jawa Barat. UIN Sunan Gunung Djadi dipimpin oleh seorang rektor yang bernama Prof. Dr. H. Deddy Ismatullah, SH., M. Hum. Beberapa fakultas yang ditawarkan, antara lain :

- Fakultas Adab dan Humanioran
- Fakultas Dakwah dan Komunikasi
- Fakultas Syariah dan Hukum
- Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
- Fakultas Ushuluddin 
- Fakultas Psikologi
- Fakultas Sains dan Teknologi
- Fakultas Ilmu Sosial, Politik dan Ekonomi
- Program Magister S-2 dan Doktor S-3.


8. Sekolah Tinggi Agama Islam Purwokerto (STAIN) Purwokerto

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) berlokasi di JL. Jendral Ahmad Yani, Purwokerto, Jawa Tengah. Sekolah Tinggi Agama Islam ini dipimpin oleh Dr. A. Luthfi Hamidi, M. Ag. STAIN Purwokerto memiliki beberapa fakultas, yaitu: 

- Fakultas Dakwah
- Fakultas Tarbiyah
- Fakultas Syariah.

9. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari merupakan salah satu IAIN yang terletak di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. IAIN Antasari dipimpin oleh seorang rektor yang bernama Prof. Dr. H. Akh. Fauzi Aseri, MA. IAIN ini memiliki beberapa fakultas yang ditawarkan, antara lain:

- Fakultas Tarbiyah
- Fakultas Syariah
- Fakultas Dakwah
- Fakultas Ushuluddin.


10. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Parepare

Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) terletak di Jl. Amal Bakti No.8, Parepare, Sulawesi Selatan. STAIN Parepare diketuai oleh Prof. Dr. Abd. Rahim Arsyad. MA. STAIN Parepare memiliki beberapa fakultas, yaitu: 

- Fakultas Komunikasi dan Dakwah
- Fakultas Syariah
- Fakultas Tarbiyah, dan 
- Program Pasca Sarjana.

Sunday, March 20, 2016

Lebih dekat dengan ibnu rusyd seorang filosof hingga fisikawan ternama pada kejayaan islam

Sejarah
Abu Walid Muhammad bin Rusyd lahir di Kordoba (Spanyol) pada tahun 520 Hijriah (1128 Masehi). Ayah dan kakek Ibnu Rusyd adalah hakim-hakim terkenal pada masanya. Ibnu Rusyd kecil sendiri adalah seorang anak yang mempunyai banyak minat dan talenta. Dia mendalami banyak ilmu, seperti kedokteran, hukum, matematika, dan filsafat. Ibnu Rusyd mendalami filsafat dari Abu Ja'far Harun dan Ibnu Baja.
Ibnu Rusyd adalah seorang jenius yang berasal dari Andalusia dengan pengetahuan ensiklopedik. Masa hidupnya sebagian besar diberikan untuk mengabdi sebagai "Kadi" (hakim) dan fisikawan. Di dunia barat, Ibnu Rusyd dikenal sebagai Averroes dan komentator terbesar atas filsafat Aristoteles yang memengaruhi filsafat Kristen pada abad pertengahan, termasuk pemikir semacamSt. Thomas Aquinas. Banyak orang mendatangi Ibnu Rusyd untuk mengkonsultasikan masalah kedokteran dan masalah hukum.
Karya serta Pemikiran
Karya-karya Ibnu Rusyd meliputi bidang filsafat, kedokteran dan fikih dalam bentuk karangan, ulasan, essai dan resume. Hampir semua karya-karya Ibnu Rusyd diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan Ibrani (Yahudi) sehingga kemungkinan besar karya-karya aslinya sudah tidak ada.
Filsafat Ibnu Rusyd ada dua, yaitu filsafat Ibnu Rusyd seperti yang dipahami oleh orang Eropa pada abad pertengahan; dan filsafat Ibnu Rusyd tentang akidah dan sikap keberagamaannya.

Friday, March 11, 2016

Gerhana matahari dalam khazanah keislaman

Dalam berbagai literatur studi Islam, Gerhana Matahari biasa diistilahkan dengan “kusuf” dan Gerhana Bulan dengan istilah “khusuf”. Sementara itu Al-Biruni dalam Al-Qanun al-Mas’udi menggunakan istilah kusuf untuk keduanya (Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan).
Sepanjang penelusuran penulis ditemukan hampir semua kitab fikih membahas Gerhana Matahari. Hal ini menunjukkan perhatian para ulama sangat besar terhadap peristiwa Gerhana Matahari. Pada umumnya pembahasan meliputi pelaksanaan salat gerhana beserta tekniknya yang bersumber dari berbagai hadis, diantaranya dari Aisyah dan Ibn Abbas sebagaimana dikutip dalam “Al-Mabsuth” karya Syamsuddin as-Sarkhasy. Para ulama berbeda pendapat tentang status salat gerhana. Jumhur ulama berpendapat bahwa salat gerhana hukumnya sunah muakad, sedangkan Imamiyah berpendapat salat gerhana hukumnya fardlu ‘ain.
Tulisan singkat ini hadir dalam rangka mereview karya yang telah ditulis sebelumnya untuk melihat perkembangan studi Gerhana Matahari di dunia Islam. Karya-karya dimaksud antara lain :
  1. Ilm al-Falak karya Muhammad Ridla Madur (1970). Buku ini terdiri enam belas bab yang menguraikan dasar-dasar astronomi Islam. Pada bab lima belas ditemukan pembahasan tentang Gerhana Matahari meliputi cara mengetahui terjadinya Gerhana Matahari dengan menggunakan berbagai rumus disertai latihan soal.
  2. Gerhana Manifestasi Kekuasaan Allah ditulis oleh Basit Wahid dan dimuat dalam Majalah Suara Muhammadiyah (1997). Menurutnya peristiwa gerhana dapat dihitung dengan tepat berdasarkan hasil perhitungan hisab (astronomi) baik yang sudah terjadi ratusan tahun yang lalu maupun yang akan terjadi ratusan tahun kemudian. Fenomena gerhana dapat juga dijadikan uji sahih hisab awal bulan kamariah. Sebab Gerhana Matahari selalu terjadi pada waktu ijtimak (konjungsi). Selain itu Gerhana Matahari merupakan manifestasi kebesaran Allah dalam alam semesta. Oleh karena itu ketika terjadi gerhana hendaklah umat Islam memperbanyak do’a, melaksanakan salat, memperbanyak sedekah, dan mengerjakan segala amal yang baik.
  3. Rasulullah Hanya Sekali Salat Gerhana Matahari (Terjadi saat gerhana matahari cincin 632 M) ditulis oleh T. Djamaluddin dan dimuat dalam harian Pikiran Rakyat (1998). Artikel ini ditulis dalam rangka menjelaskan peristiwa Gerhana matahari Cincin 22 Agustus 1998 yang melewati sebagian wilayah Indonesia dengan mengkaitkan peristiwa Gerhana Matahari pada zaman nabi saw. Menurutnya sejak nabi saw diangkat menjadi rasulullah sampai meninggal hanya ada lima kali peristiwa Gerhana Matahari di Mekah dan Madinah. Empat Gerhana Matahari terjadi di Mekah dan sekali di Madinah. Selanjutnya ia menyimpulkan bahwa rasulullah hanya sekali melaksanakan Salat Gerhana Matahari Cincin pada tanggal 30 Januari 632.
  4. Al-Kusuf wa al-Khusuf karya Ahmad Basam Hatim (1999). Pada bagian awal dijelaskan konsep dasar astronomi Islam (universal time, ephemeris time, perigee, apogee, perihelion, aphelion, ascending node, descending node, umbra, penumbra). Menurut data yang terkumpul sejak tahun 1901 sampai 2000 telah terjadi Gerhana Matahari Total sebanyak 71 kali dan pada tahun 2001 sampai 2100 akan terjadi Gerhana Matahari Total sebanya 69 kali. Pada bagian akhir ditampilkan berbagai foto Gerhana Matahari Total yang terjadi pada 21 September 1922, 19 Juni 1936, 22 September 1968, 30 Juni 1973, dan 21 Oktober 1977.
  5. Ilm al-Falak al-‘Am karya Mustafa Mahmud dan Mirfat Sayyid Awad (2000/1420). Buku ini terdiri sebelas bab yang menjelaskan persoalan astronomi Islam meliputi sejarah perkembangan ilmu falak, kalender Islam, arah kiblat, dan gerhana. Pada sub bagian Gerhana Matahari hanya menjelaskan pengertian dan syarat-syarat terjadinya Gerhana Matahari.
  6. Al-Qanun al-Mas’udi karya Abu Raihan Muhammad bin Ahmad al-Biruni (w. 440 H). Karya ini ditahqiq oleh Abdul Karim Syami al-Jundi dan diterbitkan pada tahun 2002/1422 sebanyak tiga jilid. Pada jilid kedua ditemukan pembahasan tentang Gerhana Matahari meliputi syarat-syarat terjadinya gerhana dan macam-macamnya.
  7. Al-Mawsu’ah al-Falakiyah karya Ibrahim Hilmi al-Ghury (2008/1429). Buku ini merupakan ensiklopedi tematis tentang astronomi Islam. Salah satu tema yang dibahas adalah Matahari – sub tema menjelaskan persoalan Gerhana Matahari meliputi aneka macam Gerhana Matahari dan syarat-syarat terjadinya Gerhana Matahari Total (GMT).
  8. Al-Kusuf wa al-Khusuf ditulis oleh Zainul Abidin Mutawalli (2009/1430). Buku ini menjelaskan perlbagai peristiwa gerhana, durasi gerhana, dan lokasi yang dilintasi. Pada tahun 2008 sampai 2010 terjadi tiga Gerhana Matahari Total, yaitu 1 Agustus 2008 (jalur GMT adalah Amerika Utara, Eropa, Asia, Mongolia, dan Cina), 23 Juli 2009 (jalur GMT adalah Asia Timur, Cina, Nepal, Lautan Pasifik), dan 11 Juli 2010 (jalur GMT adalah Amerika, Chili, dan Argentina).
  9. Mabadi’ Ilm al-Falak al-Hadis karya Abdul Aziz Bakri Ahmad (2010/1431). Buku ini sangat lengkap membicarakan persoalan astronomi Islam terdiri tujuh belas bab. Untuk memudahkan pemahaman masing-masing bab disertakan soal latihan. Khusus pada bab kesembilan dijelaskan persoalan Gerhana Matahari meliputi aneka macam gerhana, durasi, dan tahapan gerhana. Pada bab ini juga dibahas fenomena Gerhana Matahari Total yang terjadi pada tanggal 29 Maret 2006 dan cara mengambil gambar pada saat terjadi gerhana.
  10. Mausu’ah al-Aflak wa al-Auqat karya Abu Aiman Khalil Ahmad Abdul Latif (2010/1431). Buku ini merupakan ensiklopedi astronomi Islam yang membahas tentang dasar-dasar astronomi, arah kiblat, awal waktu salat, kalender, perbandingan tarikh, dan gerhana. Pada sub bagian Gerhana Matahari hanya menjelaskan pengertian dan bentuk. Pada bagian akhir ada beberapa lampiran, seperti glosari, proses perhitungan arah kiblat, awal waktu salat dengan menggunakan markaz kota New Delhi, time zone, dan data geografis kota-kota seluruh dunia (lima benua) beserta arah kiblat.
  11. Menjejak Keunikan Gerhana Matahari karya Kassim Bahali (2015). Buku ini menerangkan pengalaman penulis dalam melakukan ekspedisi pengamatan Gerhana Matahari Total di berbagai negara yang sangat inspiratif ditulis menggunakan gaya bahasa yang mudah dan ringkas dilengkapi pelbagai foto yang sangat menarik dan menakjubkan.
Selain karya-karya di atas juga ditemukan penelitian tentang gerhana yang dilakukan oleh Muh. Rasywan Syarif dengan judul “Fiqh Astronomi Gerhana Matahari (2012)”. Selanjutnya perlu diketahui, Syekh Arsyad al-Banjari juga pernah menulis buku tentang gerhana sebagaimana ditunjukkan oleh Abu Daudi (salah seorang keturunan Syekh Arsyad) ketika penulis berkunjung ke kediamannya. Menurutnya karya Syekh Arsyad tersebut belum ada yang mengkaji atau menjadikan objek penelitian karena masih berupa manuskrip.
Dari sekian buku dan artikel yang dijelaskan di atas tampak persoalan gerhana menjadi objek kajian yang menarik bahkan secara tidak langsung telah terjadi proses integrasi-interkoneksi. Lebih dari itu kajian terhadap fenomena gerhana akan menyadarkan manusia akan kebesaran Sang Maha Pencipta. Peristiwa gerhana juga dapat dijadikan momentum untuk memperbaiki data hisab. Oleh karena itu peristiwa Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016 bertepatan dengan tanggal 29 Jumadilawal 1437 H yang sangat langka ini akan melintasi wilayah Indonesia (Palembang, Bangka, Belitung, Sampit, Palangkaraya, Balikpapan, Palu, Poso, Luwak, Ternate, dan Halmahera) tidak boleh terlewatkan begitu saja. Saatnya umat Islam bergandengan melakukan pengamatan, gerakan nasional Salat Gerhana Matahari, berzikir, memperbanyak sedekah, dan amal salih.
Wa Allahu A’lam bi as-Sawab.