Teori Belajar Humanistik
Aliran psikologi humanistik sangat terkenal dengan konsepsi
bahwa esensinya manusia itu baik menjadi dasar keyakinan dan mengajari sisi
kemanusiaan. Psikologi humanistik utamanya didasari atas atau merupakan
realisasi dari psikologi eksistensial dan pemahaman akan keberadaan dan
tanggung jawab sosial seseorang. Dua psikolog yang ternama, Carl Rogers dan
Abraham Maslow, memulai gerakan psikologi humanistik perspektif baru mengenai
pemahaman kepribadian seseorang dan meningkatkan kepuasan hidup mereka secara
keseluruhan.
Psikologi humanistik adalah perspektif psikologis yang
menekankan studi tentang seseorang secara utuh. Psikolog humanistik melihat
perilaku manusia tidak hanya melalui penglihatan pengamat, malainkan juga melalui
pengamatan atas perilaku individu mengintegral dengan perasaan batin dan citra
dirinya.
Studi psikologi humanistik melihat manusia, pemahaman, dan
pengalaman dalam diri manusia, termasuk dalam kerangka belajar dan belajar.
Mereka menekankan karakteristik yang dimiliki oleh makluk manusia seutuhnya
seperti cinta, kesedihan, peduli, dan harga diri. Psikolog humanistik
mempelajari bagaimana orang-orang dipengaruhi oleh persepsi dan makna yang
melekat pada pengalaman pribadi mereka. Aliran ini menekankan pada pilihan
kesadaran, respon terhadap kebutuhan internal, dan keadaan saat ini yang
menjadi sangat penting dalam membentuk perilaku manusia.
Pendekatan pengajaran humanistik didasarkan pada premis
bahwa siswa telah memiliki kebutuhan untuk menjadi orang dewasa yang mampu
mengaktualisasi diri, sebuah istilah yang digunakan oleh Maslow (1954).
Aktualisasi diri orang dewasa yang mandiri, percaya diri, realistis tentang
tujuan dirinya, dan fleksibel. Mereka mampu menerima dirinya sendiri, perasaan
mereka, dan lain-lain di sekitarnya. Untuk menjadi dewasa dengan aktualisasi
dirinya, siswa perlu ruang kelas yang bebas yang memungkinkan mereka menjadi
kreatif.
Tujuan dasar pendidikan humanistik adalah mendorong siswa
menjadi mandiri dan independen, mengambil tanggung jawab untuk
pembelajaran mereka, menjadi kreatif dan tertarik dengan seni, dan menjadi
ingin tahu tentang dunia di sekitar mereka. Sejalan dengan itu, prinsip-prinsip
pendidikan humanistik disajikan sebagai berikut.
a. Siswa harus
dapat memilih apa yang mereka ingin pelajari. Guru humanistik percaya bahwa
siswa akan termotivasi untuk mengkaji materi bahan ajar jika terkait dengan
kebutuhan dan keinginannya.
b. Tujuan pendidikan
harus mendorong keinginan siswa untuk belajar dan mengajar mereka tentang cara
belajar. Siswa harus memotivasi dan merangsang diri pribadi untuk belajar
sendiri.
c. Pendidik
humanistik percaya bahwa nilai tidak relavan dan hanya evaluasi diri
(selfevaluation) yang bermakna. Pemeringkatan mendorong siswa belajar untuk
mencapai tingkat tertentu, bukan untuk kepuasan pribadi. Selain itu, pendidik
humanistik menentang tes objektif, karena mereka menguji kemampuan siswa untuk
menghafal dan tidak memberikan umpan balik pendidikan yang cukup kepada guru
dan siswa.
d. Pendidik humanistik
percaya bahwa, baik perasaan maupun pengetahuan, sangat penting dalam proses
belajar dan tidak memisahkan domain kognitif dan afektif.
e. Pendidik
humanistik menekankan perlunya siswa terhindar dari tekanan lingkunngan,
sehingga mereka akan merasa aman untuk belajar. Setelah siswa merasa aman,
belajar mereka menjadi lebih mudah dan lebih bermakna.
No comments:
Post a Comment
post coment anda disini...